REORIENTASI PEMBELAJARAN KITAB KUNING SEBAGAI INSTRUMEN KADERISASI ULAMA
DOI:
https://doi.org/10.61088/tadibi.v14i1.853Keywords:
Kitab kuning, pesantren, kaderisasi ulama, adab keilmuan, sanad, pembelajaran integratif-holistikAbstract
Artikel ini mengkaji pembelajaran kitab kuning (kutub al-tur??) dalam tradisi pesantren Nusantara sebagai instrumen strategis pembentukan ulama. Secara historis, pengajaran kitab kuning tumbuh bersama jejaring ulama Nusantara–Haramain dan ditransmisikan melalui pola bandongan/wetonan, sorogan, dan halaqah yang menautkan teks, guru, sanad, serta adab keilmuan. Secara konseptual, artikel ini menempatkan pembelajaran kitab kuning dalam kerangka pendidikan Islam yang mengintegrasikan ilmu–amal–adab, sekaligus dibaca melalui perspektif pendidikan modern: holistic education, transformative learning, dan hidden curriculum.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), bersumber dari literatur primer tur?? dan literatur sekunder kontemporer tentang pesantren dan pembelajaran kitab kuning. Analisis dilakukan melalui content analysis dan pembacaan kritis-konseptual untuk mengidentifikasi fungsi kitab kuning dalam tradisi ulama, memetakan gejala reduksionisme pembelajaran tekstual, serta merumuskan prinsip solusi integratif–holistik.
Temuan kajian menunjukkan adanya kecenderungan reduksionisme ketika tafaqquh f? al-d?n menyempit menjadi kecakapan teknis-tekstual (kelancaran membaca, ketepatan i‘r?b, penguasaan nahwu–?arf), sementara dimensi nalar metodologis (istidl?l/istinb??), konteks sosial teks, sanad, dan adab cenderung terpinggirkan—terutama dalam pola transmisi satu arah dan evaluasi yang dominan mengukur indikator mudah-terukur. Artikel ini menawarkan kebaruan berupa kerangka integratif yang merekonstruksi pembelajaran kitab kuning dari “teks sebagai akhir” menjadi “teks sebagai jalan pembentukan ulama” melalui: (1) integrasi metode bandongan–sorogan–mun??arah, (2) penguatan musyawarah dan ba?tsul mas?’il sebagai laboratorium penerapan tur?? pada problem w?qi‘iyyah, (3) pengoperasionalan kitab-kitab adab menjadi rubrik kompetensi, dan (4) evaluasi berlapis yang menilai aspek tekstual, argumentatif, kontekstual, dan karakter. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi memperkuat desain kaderisasi ulama yang bertumpu pada tradisi pesantren sekaligus kompatibel dengan tuntutan kompetensi keulamaan kontemporer.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Damanhuri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
