Media dan Budaya

(Kajian Cultural Imperalism Theory)

Authors

  • Alim Puspianto

Keywords:

Media, Budaya dan Cultural Imperalism Theory

Abstract

Kemajuan teknologi informasi khususnya perkembangan media massa sungguh sangat luar biasa. Setiap hari, jam menit bahkan detik perkembangan dan perubahan dunia terpotret jelas lewat kecanggihan media. Semua aspek kehidupan tidak ada yang tidak tersentuh oleh kemajuan dan efek perkembangan media ini. Dengan relita tersebut menjadikan media seakan akan menjadi kiblat kebutuhan dan life stayl masyarakat modern. Sehingga tidak heran jika efek yang ditimbulkan dari informasi, pesan atau berita yang dimuat di media massa sangat terasa sekali dikehidupan masyarakat dunia.

Banyak nilai nilai positif yang merupakan dampak dari pengaruh media massa. Tetapi tidak sedikit pula dampak negatif yang ditimbulkan oleh pengaruh media massa dalam tatanan kehidupan masyarakat. Satu hal yang sangat terkena efek dari kemajuan dan kecanggihan media tersebuat adalah budaya. Dimana dengan perkembangan media yang begitu pesatnya, akulturasi budaya lewat media tidak terelakkan lagi adanya. Realitanya akulturasi yang dimaksud justru memporak porandakan tatanan budaya budaya lokal yang ada di dunia. Hegemoni barat telah masuk di system kehidupan masyarakat kita tanpa kita sadari. Budaya ketimuran sedikit demi sedikit tersingkirkan digantikan dengan system budaya Barat yang materialistic dan cenderung sekuler.

Pada tulisan ini dipaparkan tentang kajian tentang media dan budaya dengan menggunakan pendekatan Cultural Imperalism theory. Dimana dijelaskan bahwa Cultural Imperalism theory adalah salah satu teori dalam media masa yang menyatakan bahwa adanya suatu “penjajahan” budaya oleh negara negara maju kepada negera negara dunia ketiga yang dilaksanakan melaului media massa. Secara spesifiknya adalah media media Barat dengan bebasnya masuk dan diterima oleh media media negara Timur baik itu disadari ataupun tidak.

Dari pemaparan tulisan ini penulis menyimpulkan bahwa realita yang ada menyajikan sebuah gambaran tentang bagaimana kemudian media massa mampu memberikan pengaruh terhadap budaya lokal yang ada. Secara lebih khusus kehadiran media media negara maju dengan mudah dan cenderung menjadi sebuah kebanggan bagi negara negara berkembang. Padalah secara tidak langsung kondisi tersebut adalah bentuk nyata dari “penjajahan” budaya melalui media.

 

References

Aripudin, Acep, Dakwah AntarBudaya, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012
James W. Tankard, Jr. Werner J. Severin, Teori komunikasi (Sejarah, Metode, dan Terapan di Dalam Media Massa) Jakarta: Prenada Media Group, 2015
Koontz, Harold, Management, Los Angeles: McGraw- Hill, 2005
Jalaludin Rahmad, Deddy Mulyana, Komunikasi Antarbudaya, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010
Liliweri,Alo, Dasar Dasar Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013
McQuail, Denis, Teori Komunikasi Massa, Jakarta: Salemba Humanika, 2011
Mulyana, Deddy. Komunikasi Efektif Pendekatan Lintasbudaya, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011
Mulyana, Deddy, Komunikasi Massa, Bandung: Widya Padjadjaran, 2008
Mungin, Burhan, Sosiologi Komunikasi, Jakarta: Kencana, 2008
Nasrullah, Rulli, Komunikasi Antar Budaya, Jakarta: Kencana, 2012
Nasrullah, Rully, Komunikasi Antarbudaya di Era Cyber, Jakarta: Kencana, 2014
Nurudin. Komunikasi massa, Malang: Cespur, 2003
Nurudin, Pengantar Komunikasi Massa, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2014
Nurudin, Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2011
Rakhmat, Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011
Wahyuni,Isti Nursih, Komunikasi Massa, Yogyakarta: Garha Ilmu, 2014
Rakhmat, Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011
Sihabudin,Ahmad, Komunikasi Antar Budaya, Jakarta: Bumi Aksara, 2011

Downloads

Published

2019-09-03

How to Cite

Alim Puspianto. (2019). Media dan Budaya: (Kajian Cultural Imperalism Theory). An-Nida’ : Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 8(1), 47–68. Retrieved from https://e-jurnal.stail.ac.id/index.php/annida/article/view/117

Issue

Section

Articles