Komunikasi Teraupetik di Era Nabi Muhammad SAW
DOI:
https://doi.org/10.61088/annida.v11i1.435Keywords:
komunikasi, teraupetikAbstract
Komunikasi teraupetik merupakan salah satu bagian komunikasi efektif sering dipakai oleh seorang praktisi kesehatan jiwa, untuk mengobati pasien. Dan setiap dokter/perawat memiliki strateginya masing-masing dalam menerapakan komunikasi teraupetik kepada klien-nya.
Berbicara komunikasi teraupetik di zaman Rasulullah istilah tersebut masih belum ada di zaman Rasulullah SAW. Namun secara parktiknya kegiatan komunikasi teraupetik sudah pernah dilakukan bahkan dicontohkan oleh Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam. Mengingat Nabi Muhammad SAW selain diutus sebagai rosul juga sekaligus menjadi uswah hasanah (suri tauladan yang baik) bagi ummatnya.
Hasil penelitian ini, bahwa Nabi Muhammad SAW melalui komunikasi telah memberikan bimbingan berupa doa-doa khusus untuk mengokohkan keimanan seseorang agar dijauhkan dari penyakit syubhat dan syahwat. Bimbingan berupa doa-doa itulah yang kemudian dikategorikan sebagai kegiatan ber-komunikasi teraupetik. Dan selain itu upaya yang dilakukan Rasulullah dalam rangka memperbaiki kondisi emosional mereka yang terkena penyakit gangguan jiwa. Ada empat yang dilakukan beliau ketika berinteraksi dengan mad’u antara lain sebagai berikut: Pertama: Membaca/ memperdengarkan al-qur’an. Kedua: Sholat, Ketiga: Dzikir, Keempat: Do’a.
References
Abdurrahman, Gusti. Terapi Sufistik Untuk Penyembuhan Gangguan Kejiwaan. 2010. Yogyakarta: Aswajapressindo.
Cristina,L,I. Untung,S.& T, Komunikasi Kebidanan, 2003. Jakarta:Egc.
Nurhannah, Komunikasi Teraupetik Dasar-Dasar Komunikasi Perawat. 2001. Yogyakarta:Mecodenia.
Faricha, “Narkoba Dan Terapi Psikosufistik (Studi Analisa Terhadap Cara Penyembuhan Mental Pecandu Narkoba Di Pondok Pesantren Suryalana (Inabah X1X) Surabaya)” 2012. (Skripsi, Iain Surabaya, Fak.Ushuluddin, Jur. Af.
Holiq, Abdul. Skripsi, (Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial Dan Humaniora Universitas Negeri Sunan Kalijaga)
Kozier, Erb Dkk, Fundamental Keperawatan, Edisi-7. 2010. Jakarta: egc.
Mahendro, Kusumo Prasetyo. “Pengaruh Komunikasi Teraupetik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Rawat Jalan Rsud Jogja” jurnalmedicolegal dan manageman rumah sakit, 6 (1)
Muhammad Alcaff. Diakases Jum'at 10 Oktober 2020. Ini Ayat Yang Dibacakan Nabi Menyembuhkan Orang Yang Gila. Https://Bangka.Tribunnews.Com/Amp/2015/11/21/Ini-Ayat-Yang -Dibacakkan-Nabi-Untuk-Menyembuhkan-Orang-Yang -Gila
Muhammad, Manshur Abdul Hakim. Berobat Dengan Shalat: Menemukan Keajaiban Shalat Untuk Kesehatan Fisik Dan Mental. 2011. Solo: Al-Hambra.
Mukarom, Zaenal teori-teori komunikasi, (Bandung: Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Uin Sunan Gunung Djati)
Nurjannah, Komunikasi Teraupetik Dasar-Dasar Komunikasi Perawat, 2021. Yogyakarta, Meconedia.
Nasir, Abdul. et, al, Komunikasi Dalam Keperawan Teori dan Aplikasi, 2009. Jakarta, Salemba Medika
Nasir, Abdul et, al, Komunikasi dalam keperawatan teori dan aplikasi, 2009. Jakarta: Salemba Medika.
Ridhyalla, Afnuhazi. Komunikasi Teraupetik Dalam Keperawatan Jiwa, 2015. Jakarta: Gosyen Publishing.
Roudhonah, ilmu komunikasi, 2019. Depok: PT. Raja grafindo persada
Stuart, G.W, Buku Keperawatan Jiwa, 1998. Jakarta, Egc.
Setiadi, Arif. Skizofrenia Memahami Dinamika Keluarga Pasien, 2006. Bandung, Refika
Aditama,
Sanusi, M. Berbagi Terapi Kesehatan Melalui Amalan-Amalan Ibadah. 2012. Jogjakarta: Najah
Syakur, M. Amin. Sufi Healing: Terapi Dengan Metode Tasawwuf. 2012. Jakarta: Earlangga.
Suryani, Komunikasi Teraupetik Teori Dan Praktik, 2006. Jakarta.
Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2014, Tentang Kesehatan Jiwa.
