Dakwah Antarbudaya Diperlintasan Zaman
Abstract
Perkembangan Islam dari masa permulaan hingga abad modern seperti sekarang ini tidak lepas dari semangat dakwah para pengikutnya. Sejarah telah mencatat bahwa Islam yang awalnya diturunkan di bangsa Arab mampu menembus sekat sekat budaya, tradisi, adat istiadat, kesukuan yang ada di seluruh belahan dunia. Islam mampu eksis dan diterima oleh sebagian besar penduduk dunia. Kesuksesan tersebut tidak lepas dari konsep Islam sebagai “Rahmatan lil alamin” yang memberikan kedamaian dan ketenangan bagi seluruh alam. Sehingga kegiatan dakwah yang dilakukan oleh para pelaku dakwah selalu menggunakan pendekatan pendekatan budaya yang dianut oleh calon mad’unya. Selaras dengan FirmanNya “Kami tidak mengutus seorang rasulpun melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia bisa memberi penjelasan dengan baik kepada mereka”.
Dalam tulisan ini penulis akan membahas tentang perjalalan potret dakwah antarbudaya dari masa ke masa. Yaitu dari jaman permulaan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Kemudian pembahasan tentang dakwah antarbudaya yang dilakukan oleh Walisongo di bumi Nusantara khususnya pulau Jawa. Pembahasan terakhir yaitu tentang dakwah antar budaya pada jaman modern yang penuh dengan kemajuan teknologi. Dimana pada jaman now ini kearifan lokal hampir hampir berubah menjadi kearifan global. Dimana akulturasi budaya terjadi begitu gencar dan cepatnya. Nilai nilai budaya lokal, tradisi, kesukuan, dan segala sesuatu yang ada didalamnya bercampur padu di alam maya menjelma menjadi budaya POP.
Kesimpulan pada tulisan ini menunjukkan bahwa tersebarnya Islam ke seluruh penjuru dunia tidak lepas dari konsep Islam “Rahmatan lil alamin” yang mengajarkan kedamaian dan ketentraman. Sehingga dakwah damai dengan pendekatan dakwah antarbudaya yang merupakan manifestasi dari “Rahmatan lil alamin” menjadi pegangan bagi setiap da’i dalam menjalankan dakwahnya. Perjalanan dakwah antarbudaya menemukan sedikit perubahan bahkan bisa dikatakan menemukan bentuk barunya di era modern yaitu dengan pendekatan dakwah lewat media massa.
References
Amin, Samsul Munir, Ilmu Dakwah. Jakarta: Amzah, 2009
Amin, Syamsul Munir, Rekontruksi Pemikiran Dakwah Islam. Jakarta: Amzah, 2008
Aripudin, Acep, Dakwah AntarBudaya. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012
Aziz, Moh.Ali, Ilmu Dakwah. Jakarta: Prenada Media, 2004
Aziz, Muhammad Ali, Ilmu Dakwah.Surabaya: IAIN Sunan Ampel, 1993
Departemen Agama RI, Al-Qur’anTajwid dan Terjemahan. Bandung: Syaamil Cipta Media, 2002
Husaeni, Adian, Penyesatan Opini. Jakarta: Gema Insani, 2002
Jalaludin Rahmad, Deddy Mulyana, Komunikasi Antarbudaya. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010)
Liliweri,Alo, Dasar Dasar Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013
Muhammad, Ibn. Saad, At-Tabaqot al Kubra, Bairut: Dar Bairut, 1400H 1980
Nasrullah, Rulli, Komunikasi Antar Budaya. Jakarta: Kencana, 2012
Nurudin, Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2011
Nurudin, Komunikasi Massa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003
Rakhmat, Jalaludin, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011
Ridwan, Aang, Komunikasi AntarBudaya. Bandung: Pustaka Setia, 2016
Sihabudin, Ahmad, Komunikasi Antar Budaya. Jakarta: Bumi Aksara, 2011
Sunyoto, Agus, Atlas Wali Songo. Tangerang: PustakaIman, 2017
Syeikh Shafiyyur- Rahman, Al Mubarakfury, Sirah Nabawiyah, Jakarta, Pustaka Kautsar, 2003
Syukriadi Sambas, Acep Aripudin., Dakwah Damai. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007
Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Raja Grafindo Perkasa, 2010
Yaqub, Ali Mustofa, Sejarah dan Metode Dakwah Nabi. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2008
