ETIKA PENAFSIRAN AYAT DAKWAH DI RUANG DIGITAL: ANTARA POPULARITAS KONTEN DAN OTORITAS KEILMUAN
DOI:
https://doi.org/10.61088/annida.v14i2.864Keywords:
tafsir dakwah, dakwah digital, etika tafsr, otoritas keagamaan, media sosialAbstract
Perkembangan media digital telah mengubah wajah dakwah Islam secara mendasar. Dakwah yang dahulu lebih banyak berlangsung melalui mimbar, majelis taklim, pesantren, buku, radio, dan televisi kini hadir dalam ruang digital yang cepat, terbuka, interaktif, serta sangat dipengaruhi oleh logika algoritma. Salah satu bentuk perubahan yang menonjol adalah penyebaran tafsir ayat-ayat dakwah melalui YouTube, Instagram, TikTok, Facebook, podcast, dan aplikasi percakapan.
Fenomena ini membuka peluang besar bagi perluasan akses masyarakat terhadap pesan Al-Qur’an, tetapi sekaligus menghadirkan persoalan etik dan epistemologis berupa penyederhanaan makna, pemotongan konteks, sensasionalisasi, komodifikasi, dan terbentuknya otoritas keagamaan baru yang sering kali lebih ditentukan oleh popularitas digital daripada kapasitas keilmuan.
Artikel ini bertujuan menganalisis etika penafsiran ayat dakwah di ruang digital dengan menempatkan ketegangan antara popularitas konten dan otoritas keilmuan sebagai fokus utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis deskriptif-kritis, normatif-hermeneutis, dan kajian media digital. Sumber kajian meliputi ayat-ayat Al-Qur’an tentang dakwah dan etika komunikasi, literatur ulum al-Qur’an, kitab tafsir, teori dakwah, etika komunikasi Islam, serta penelitian mutakhir tentang tafsir dan dakwah digital.
Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah digital berbasis tafsir memerlukan integrasi antara ketepatan metodologi tafsir, adab dakwah, literasi digital, transparansi sumber, dan tanggung jawab sosial. Artikel ini menawarkan model etika tafsir dakwah digital yang mencakup lima prinsip utama: otoritas keilmuan, integritas makna, kesantunan komunikasi, akuntabilitas sumber, dan kemaslahatan publik. Model ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi dai, kreator dakwah, lembaga pendidikan Islam, dan masyarakat digital agar dakwah Al-Qur’an tetap relevan, komunikatif, ilmiah, dan bertanggung jawab.
References
Abdullah, M. Amin. Multidisiplin, Interdisiplin, dan Transdisiplin: Metode Studi Agama dan Studi Islam di Era Kontemporer. Yogyakarta: IB Pustaka, 2020.
Alatas, Ismail Fajrie. What Is Religious Authority? Cultivating Islamic Communities in Indonesia. Princeton: Princeton University Press, 2021.
Armita, Pipin. “Digital Da’wah and Quranic Interpretation: Opportunities, Distortions, and Ethics in the Spread of Interpretations on Social Media.” International Journal of Islamic Thought and Humanities 4, no. 1 (2025): 154–164.
Azra, Azyumardi. Varieties of Religious Authority: Changes and Challenges in 20th Century Indonesian Islam. Singapore: ISEAS Publishing, 2010.
Basit, Abdul. Filsafat Dakwah. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2013.
Bunt, Gary R. Hashtag Islam: How Cyber-Islamic Environments Are Transforming Religious Authority. Chapel Hill: University of North Carolina Press, 2018.
Campbell, Heidi A., ed. Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds. New York: Routledge, 2013.
Campbell, Heidi A. Digital Creatives and the Rethinking of Religious Authority. London: Routledge, 2021.
Faldiansyah, Iqrom. “Strategi Tafsir Ayat dalam Dakwah di Era Digital: Mengoptimalkan Media Sosial sebagai Makna Dakwah.” Jurnal Bimas Islam 17, no. 2 (2024): 505–524.
Hidayatullah, Rahmat. “Otoritas Keagamaan Digital: Pembentukan Otoritas Islam Baru di Ruang Digital.” Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin 10, no. 2 (2024): 1–16.
Ibn Kathir, Isma‘il ibn ’Umar. Tafsir al-Qur’an al-’Azim. Riyadh: Dar Taybah, 2000.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2018.
Nasrullah, Rulli. Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2017.
Quraish Shihab, M. Tafsir al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Quraish Shihab, M. Kaidah Tafsir. Tangerang: Lentera Hati, 2013.
Rachman, Arief, Theguh Saumantri, and Taufik Hidayatulloh. “Transformation of Religious Authority in the Digital Era: A Post-Normal Times Analysis by Ziauddin Sardar on the Phenomenon of Social Media Da’wah.” Jurnal Ilmu Dakwah 45, no. 1 (2025).
Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2021.
Al-Tabari, Muhammad ibn Jarir. Jami‘ al-Bayan ’an Ta’wil Ay al-Qur’an. Kairo: Dar Hajar, 2001.
Al-Qurthubi, Muhammad ibn Ahmad. Al-Jami‘ li Ahkam al-Qur’an. Beirut: Mu’assasah al-Risalah, 2006.
Al-Zuhayli, Wahbah. Al-Tafsir al-Munir fi al-’Aqidah wa al-Shari‘ah wa al-Manhaj. Damaskus: Dar al-Fikr, 2009.
