Pembentukan Karakter Religius melalui Kegiatan Sholat Berjamaah pada Siswa SD Masjid (PKBM Khairunnas) Tahun Ajaran 2025/2026
DOI:
https://doi.org/10.61088/mabda.v2i2.913Keywords:
Karakter Religius, Sholat Berjamaah, Masjid PKBM KhoirunnasAbstract
Karakter religius merupakan bagian fundamental dari pendidikan Islam yang tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, melainkan juga menyentuh aspek afektif dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan sholat Berjamaah di SD Masjid (PKBM Khairunnas) Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengungkap peran kegiatan sholat Berjamaah sebagai media pembiasaan ibadah dalam menanamkan nilai-nilai religius sejak usia sekolah dasar. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian pendidikan karakter religius serta manfaat praktis bagi sekolah, pendidik, dan orang tua dalam upaya membentuk karakter religius peserta didik secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Masjid (PKBM Khairunnas) Surabaya. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, peserta didik, dan wali murid. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Untuk menjamin keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius peserta didik melalui kegiatan sholat Berjamaah di SD Masjid dilakukan secara terencana dan konsisten melalui pembiasaan sholat dhuha dan sholat dhuhur Berjamaah, serta penguatan adab dan keteladanan guru. Kegiatan tersebut mampu membentuk karakter religius siswa yang tercermin dalam kedisiplinan beribadah, pemahaman ibadah yang benar, sikap tertib dan beradab di masjid, tanggung jawab, kepemimpinan, kemandirian, serta meningkatnya kesadaran beragama dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keterlibatan orang tua melalui buku penghubung menjadi faktor pendukung penting dalam menjaga kesinambungan pembiasaan ibadah antara sekolah dan keluarga.
