Implementasi Model Project Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Critical Thingking Pada Mata Pelajaran IPA di SD Muhammadiyah 8 Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.61088/mabda.v2i2.915Keywords:
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL), Berfikir Kritis, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan PJBL dalam meningkatkan keterampilan berfikir kritis siswa mata pelajaran IPA di kelas 5 SD Muhammadiyan 8 Surabaya, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang mana dalam penelitian ini dibahas secara langsung bagaimana penerapan nya di dalam meningkatkan keterampilan critical thingking siswa yang dilaksanakan langsung di dalam kelas dengan subjek penelitian siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 8 Surabaya, dengan menggunakan teknik wawancara dan teknik Observasi lapangan. Sumber data didapatkan dari data primer dan data skunder kemudian data dianalisis dengan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui verifikasi data. Untuk memastikan data yang diperoleh akurat, peneliti melakukan uji ke absahan data dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan guru menerapkan model ini pada mata pelajaran IPA yang dilaksanakan pada materi rangkaian listrik, yang mana penerapannya terdiri dari 7 langkah yaitu: Praproyek, menganalisis masalah, membuat desain pelaksanaan proyek, melaksanakan penelitian,menyusun draft/prototipe produk, mengukur, menilai dan memperbaiki produk, finalisasi, dan pasca proyek. Adapun dalam 7 langkah penerapan ini terdapat 7 bentuk critical thingking yang dihasilkan berupa: Pemecahan masalah yang ditemukan , Kreatifitas dan strategi yang ditimbulkan dalam merancang, kolaborasi dan tanggung jawab, mempertanyakan dan memprediksi, menganalisis data dan informasi, mengevaluasi dan refleksi, serta mengkomunikasikan hasil. Kedua aspek penerapan dan hasil penerapan tesebutlah yang menjadi prlaksanaan yang dihasilkan di dalam menggunakan model pembelajara PJBL ini. Dengan hambatan yang ditemukan berupa tidak sesuai dengan siswa yang mudah menyerah dan kesulitan dalam beradaptasi dengan kelompok, pengelolaan kelas yang kurang baik, waktu pembelajaran yang kurang.
