DEEP THINKING SEBAGAI PENDEKATAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.61088/tadibi.v13i2.816Keywords:
Deep thinking, Kurikulum, Pendidikan IslamAbstract
Pendekatan deep thinking menjadi tema penting dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam karena kebutuhan akan transformasi pembelajaran yang tidak lagi berpusat pada hafalan, tetapi pada kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual sesuai tantangan abad ke-21. Pendidikan Islam perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman yang mendalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang mengeksplorasi teori dan prinsip deep thinking dari literatur klasik dan kontemporer di bidang filsafat pendidikan, psikologi kognitif, dan pedagogi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi deep thinking ke dalam kurikulum Islam melalui metode seperti diskusi halaqah, analisis kasus fiqh kontemporer, refleksi nilai Qur’ani, serta pembelajaran berbasis masalah (PBL), mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara mendalam, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan daya adaptasi terhadap dinamika sosial modern. Selain itu, peningkatan kompetensi guru dan reformasi pendekatan evaluasi juga menjadi prasyarat keberhasilan penerapan kurikulum berbasis deep thinking.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muh Idris, Slamet

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
