AKSI PARTISIPATIF MENGURAI KESENJANGAN KOMUNIKASI MANAJERIAL PESANTREN TAHFIDZ PUTERI DARI AFFECTIVE KE KE COGNITIVE TRUST

Authors

  • Slamet STAI Luqman al-Hakim Surabaya
  • Mohammad Nurul Huda STAI Luqman Al Hakim Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.61088/tadibi.v14i2.898

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kesenjangan komunikasi manajerial antara pimpinan putera (Kyai) dan ustadzah pelaksana di Pesantren Tahfidz Puteri Xxy, Jawa Timur, yang memicu fenomena bisu struktural dan Trusted Agent Failure. Menggunakan metodologi Participatory Action Research (PAR) tiga siklus (Plan-Act-Observe-Reflect) dari Januari hingga Juni 2026, studi ini melibatkan pimpinan putera, enam ustadzah, dan peneliti sebagai fasilitator. Data dikumpulkan melalui diskusi kelompok terarah (FGD) lintas gender, observasi rapat manajerial, dan catatan reflektif.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar masalah utama adalah perbedaan bahasa manajerial dan ketiadaan ruang dialog psikologis yang aman. Implementasi aksi "Jembatan Komunikasi"—melalui Rapat Satu Meja Adab, SOP Feedback Beradab, dan pembentukan struktur "Dewan Nyai/Ummi" sebagai boundary spanner—berhasil memutus monopoli informasi, meruntuhkan kebisuan organisasi, serta menggeser kepercayaan pimpinan dari affective trust ke cognitive trust berbasis data empiris. Simpulannya, manajemen strategik pesantren tahfidz puteri berjalan efektif apabila pimpinan mengadopsi kepemimpinan transformasional dan melembagakan Dewan Nyai sebagai jembatan komunikasi formal.

Downloads

Published

2026-03-25

How to Cite

Slamet, & Mohammad Nurul Huda. (2026). AKSI PARTISIPATIF MENGURAI KESENJANGAN KOMUNIKASI MANAJERIAL PESANTREN TAHFIDZ PUTERI DARI AFFECTIVE KE KE COGNITIVE TRUST. Ta’dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 14(2), 96–118. https://doi.org/10.61088/tadibi.v14i2.898

Issue

Section

Articles