KONSEP RAHN DALAM PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH DAN RELEVANSINYA DENGAN KEUANGAN SYARAH MODERN
DOI:
https://doi.org/10.61088/dinar.v8i2.837Keywords:
Rahn, fiqh muamalah, pembayaan syariah, pegadaian syariah, maqasid al syariahAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep rahn (gadai) dalam perspektif fiqh muamalah dan menelusuri relevansinya dengan perkembangan keuangan syariah modern, khususnya pada lembaga seperti Pegadaian Syariah dan BMT. Rahn sebagai akad menahan barang bernilai sebagai jaminan utang merupakan bentuk transaksi yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an, Hadis, dan ijma‘ ulama, serta telah diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002. Dalam praktiknya, rahn berfungsi sebagai sarana tolong-menolong (ta‘?wun) dan perlindungan harta (?if? al-m?l), bukan sebagai sarana mencari keuntungan melalui bunga (riba).
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka (library research) dengan menganalisis sumber primer (kitab fiqh klasik) dan sekunder (literatur kontemporer, fatwa, dan regulasi nasional). Hasil analisis menunjukkan bahwa rahn bukan hanya akad tradisional dalam khazanah fiqh, tetapi juga merupakan instrumen strategis dalam sistem keuangan syariah modern. Dalam konteks maq??id al-syar?‘ah, rahn memiliki nilai keadilan, kemaslahatan, dan tanggung jawab sosial, sehingga tetap relevan dengan kebutuhan ekonomi kontemporer.
Implementasi rahn di Pegadaian Syariah dan BMT membuktikan bahwa sistem ini mampu menyediakan akses pembiayaan yang cepat, aman, dan bebas riba bagi masyarakat kecil, serta mendukung program inklusi keuangan nasional. Meski demikian, muncul tantangan baru di era digital, seperti validitas rahn elektronik (e-rahn), keamanan data, dan kepemilikan aset digital (qab? ?ukm?). Tantangan tersebut menuntut reinterpretasi terhadap hukum fiqh agar tetap sejalan dengan prinsip maq??id al-syar?‘ah.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa rahn merupakan jembatan antara fiqh klasik dan ekonomi modern, sekaligus instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang mengedepankan keadilan sosial dan kemaslahatan universal.
References
Al-Albani, Muhammad Nasiruddin. Silsilah al-A??d?? a?-?a???ah, No. 250.
Ali, Zainuddin. Hukum Gadai Syariah di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2013.
Al-Bukhari, Muhammad ibn Isma‘il. Shahih al-Bukhari. Kitab al-Buyu‘, No. 2509 dan 2512.
Al-Ghazali, Abu Hamid. Al-Musta?f? min ‘Ilm al-U??l. Beirut: D?r al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1993.
Al-Jurjani, ‘Ali ibn Muhammad. Al-Ta‘r?f?t. Beirut: D?r al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1995.
Al-Kasani, ‘Alauddin Abu Bakr. Bad?’i‘ ash-Shan?’i‘ f? Tart?b ash-Syar?’i‘. Beirut: D?r al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1986.
Al-Qaradhawi, Yusuf. Daur al-Qiyam wa al-Akhl?q f? al-Iqtish?d al-Isl?m?. Kairo: Maktabah Wahbah, 1995.
———. Fiqh al-Zakah. Beirut: Muassasah al-Risalah, 1994.
An-Nawawi, Yahya ibn Syaraf. Al-Mam?‘ Syar? al-Muhadzdzab. Beirut: D?r al-Fikr, 2000.
Antonio, Muhammad Syafi’i. Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani, 2001.
Ascarya. Akad dan Produk Bank Syariah. Jakarta: Rajawali Press, 2011.
Asy-Syatibi, Abu Ishaq. Al-Muw?faq?t f? U??l al-Syar?‘ah. Beirut: D?r al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1997.
Creswell, John W. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 4th ed. Thousand Oaks: SAGE Publications, 2014.
Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Fatwa No. 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn.
———. Fatwa No. 26/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn Emas.
———. Panduan Implementasi E-Rahn Syariah Nasional. Jakarta: DSN Institute, 2023.
Hidayat, R. “Prinsip Maq??id dalam Inklusi Keuangan Syariah.” Journal of Islamic Economics Studies 8, no. 3 (2022): 122.
———. “Prinsip Sosial dalam Akad Rahn.” Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia 7, no. 2 (2021): 45–46.
Ibn M?jah, Abu ‘Abdillah Muhammad. Sunan Ibn M?jah. No. 2340.
Ibn Qayyim al-Jauziyyah. I‘l?m al-Muwaqqi‘?n. Kairo: D?r al-?ad?ts, 1991.
Ibn Qud?mah, Abu Muhammad. Al-Mughn?. Beirut: D?r al-Fikr, 1997.
Ibnu ‘?sy?r, Muhammad al-??hir. Maq??id al-Syar?‘ah al-Isl?miyyah. Tunis: D?r as-Sal?m, 2001.
Ismail, Rifqi. Pegadaian Syariah dan Inklusi Keuangan Mikro. Jakarta: UIN Press, 2019.
Karim, Adiwarman A. Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2016.
———. Ekonomi Islam: Suatu Kajian Kontemporer. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2020.
Lathifah, N. “Digitalisasi Produk Rahn di Era Fintech Syariah.” Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam 5, no. 1 (2023): 67–70.
Muslim, Abu al-Husain ibn al-Hajjaj. Shahih Muslim. Kitab al-Musaqat, No. 1603.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Laporan Keuangan Syariah Nasional 2023. Jakarta: OJK, 2024.
PT Pegadaian Syariah. Laporan Keuangan Syariah Nasional 2023. Jakarta: Pegadaian Pusat, 2024.
Rifai, Ahmad. “Analisis Produk Rahn di Pegadaian Syariah.” Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah 12, no. 2 (2020): 110.
Ritzer, George. Sociological Theory. 9th ed. New York: McGraw-Hill, 2011.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.
Wahbah az-Zuhaili. Al-Fiqh al-Isl?m? wa Adillatuh. Damaskus: D?r al-Fikr, 1985.
Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqh al-Isl?m? wa Adillatuh. Juz IV–V. Damaskus: D?r al-Fikr, 1989.
